Tugas Mandiri 11
Nama : Maysha Sekar Wahyuning Gusti
NIM : 43125010213
1. Pendahuluan
Bidang pangan merupakan salah satu bagian paling penting
bagi kemajuan bangsa dan juga Jaminan Nasional Indonesia. Pangan itu bukan
sekadar soal memenuhi kebutuhan dasar orang, tetapi juga berperan menentukan
kestabilan di lini sosial, ekonomi, dan politik sebuah negara. Khusus bagi
Indonesia, dengan jumlah penduduk yang banyak serta wilayah yang membentang
luas, ketersediaan makanan yang cukup, aman, dan harganya pas di kantong adalah
syarat mendasar agar bangsa ini bisa terus hidup.
Ketahanan dalam penyediaan makanan sangat berdampak langsung pada kekuatan
bangsa. Ketika terjadi masalah di urusan pangan, hal itu bisa memicu kenaikan
harga, memburuknya taraf hidup masyarakat, bertambahnya orang miskin, bahkan
berisiko memicu pertikaian sosial dan guncangan politik. Di samping itu,
perubahan cuaca, alih fungsi tanah, terlalu bergantung pada barang impor, serta
lemahnya cara penyaluran makanan di dalam negeri menjadi hambatan besar bagi
sektor pangan kita. Oleh sebab itu, bidang pangan tidak hanya bertindak sebagai
motor penggerak pembangunan, tetapi juga dapat menjadi ancaman bagi Jaminan
Nasional jika tata kelolanya tidak bagus dan tidak berlanjut.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam
laporan ini adalah sebagai berikut:
- Apa
yang dimaksud dengan Ketahanan Nasional dan bagaimana kaitannya dengan
sektor pangan?
- Apa
saja ancaman utama yang dihadapi sektor pangan di Indonesia?
- Bagaimana
dampak ancaman sektor pangan terhadap pilar-pilar Ketahanan Nasional?
- Strategi
apa yang dapat dilakukan untuk memperkuat ketahanan sektor pangan
nasional?
Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan laporan ini adalah untuk menganalisis
ancaman pada sektor pangan terhadap Ketahanan nasional Indonesia serta
merumuskan strategi dan rekomendasi dalam rangka memperkuat ketahanan pangan
nasional.
II. Konsep Dasar
Definisi Ketahanan
Nasional
Kondisi Ketahanan Nasional
itu merupakan situasi bangsa kita yang selalu berubah, memperlihatkan kemampuan
bertahan dan semangat juang saat menghadapi berbagai bahaya, kesulitan,
rintangan, serta gangguan dari dalam negeri maupun dari luar. Ketahanan Nasional
meliputi berbagai sisi, misalnya ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya,
hingga pertahanan dan keamanan, didukung oleh situasi geografi, kekayaan alam,
dan jumlah penduduk.
Kaitan antara Bidang Pangan dan Ketahanan Negara
Sektor pangan adalah dasar utama dari Ketahanan Nasional sebab sangat erat
kaitannya dengan kelangsungan hidup orang banyak. Jika pasokan makanan selalu
ada, hal ini bisa menciptakan kestabilan sosial dan meningkatkan hasil kerja
bangsa. Sebaliknya, apabila pasokan makanan kurang atau terlalu bergantung pada
barang impor, kondisi ini bisa menurunkan kemandirian negara dan membuka
peluang adanya tekanan dari pihak asing. Maka dari itu, sektor pangan memegang
posisi penting serta menyimpan risiko bahaya besar bagi ketahanan negara.
III. Analisis Ancaman Sektor Pangan
A. Identifikasi Ancaman
- Perubahan
Iklim dan Bencana Alam
Perubahan iklim menyebabkan cuaca ekstrem seperti kekeringan, banjir, dan gagal panen. Ancaman ini bersifat eksternal dan internal, fisik, serta non-militer. Sumber ancaman berasal dari faktor alam dan aktivitas manusia yang merusak lingkungan. - Alih
Fungsi Lahan Pertanian
Alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri dan permukiman mengurangi luas lahan produksi pangan. Ancaman ini bersifat internal, fisik, dan non-militer. Aktor ancaman berasal dari kebijakan pembangunan yang tidak berimbang serta tekanan ekonomi. - Ketergantungan
pada Impor Pangan
Ketergantungan terhadap impor pangan strategis seperti beras, gandum, dan kedelai menjadi ancaman serius. Ancaman ini bersifat eksternal dan non-fisik. Negara eksportir dan fluktuasi pasar global menjadi sumber utama ancaman.
B. Dampak terhadap Ketahanan Nasional
Perubahan iklim dan bencana alam berdampak pada aspek
ekonomi melalui menurunnya produksi dan meningkatnya harga pangan. Dari aspek
sosial budaya, kelangkaan pangan dapat memicu keresahan sosial. Pada aspek
pertahanan dan keamanan, krisis pangan berpotensi menimbulkan konflik
horizontal.
Alih fungsi lahan pertanian berdampak pada aspek sumber daya
alam karena berkurangnya lahan subur. Dari aspek ekonomi, produksi pangan
nasional melemah. Dampak lanjutan dapat mengganggu aspek politik jika
pemerintah gagal menjamin ketersediaan pangan bagi rakyat.
Ketergantungan impor pangan berdampak pada aspek politik dan
ekonomi. Secara politik, negara menjadi rentan terhadap tekanan asing. Secara
ekonomi, ketergantungan impor melemahkan petani lokal dan menguras devisa
negara. Dalam jangka panjang, hal ini dapat melemahkan kedaulatan pangan
nasional.
IV. Strategi dan Rekomendasi Peningkatan Ketahanan
- Pemerintah
perlu memperkuat kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan
berkelanjutan.
- Pengembangan
teknologi pertanian modern dan ramah lingkungan harus ditingkatkan.
- Diversifikasi
pangan lokal perlu didorong untuk mengurangi ketergantungan pada satu
komoditas.
- Peningkatan
kesejahteraan dan kapasitas petani melalui pelatihan dan akses permodalan.
- Penguatan
cadangan pangan nasional dan sistem distribusi yang adil dan merata.
Strategi tersebut harus dilaksanakan secara terpadu oleh
pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam jangka pendek, menengah, dan
panjang.
V. Penutup
Kesimpulan
Sektor pangan memiliki peran yang sangat strategis dalam
menopang Ketahanan Nasional Indonesia. Ancaman seperti perubahan iklim, alih
fungsi lahan, dan ketergantungan impor pangan dapat berdampak luas terhadap
aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.
Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif dan berkelanjutan untuk
memperkuat ketahanan sektor pangan demi menjaga stabilitas dan k

Komentar
Posting Komentar